Tangisan yang kuat itu menyebabkan Yesus terhenti. Yesus berpaling dan berkata "Wanita-wanita Yerusalem! Janganlah menangisi Aku. Tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu." (Lk 23,27).
Mereka tersentak dengan kata-kata tersebut dan tidak dapat membalas. Mereka tidak memahami apa yang Yesus katakan.
Yesus menambah "Sebab akan datang waktunya orang akan berkata, 'Alangkah beruntungnya wanita-wanita yang tidak pernah mengandung, yang tidak pernah mempunyai anak dan tidak pernah menyusui bayi!'. Pada waktu itulah orang akan berkata kepada gunung-gunung, 'Timpalah kami!' Dan kepada bukit-bukit, 'Timbunilah kami!'. Sebab kalau terhadap kayu yang masih hidup, orang sudah berbuat seperti ini, apa pula yang akan dilakukan mereka terhadap kayu yang sudah kering!" (Lk 23,29-31).
Mereka tersentak. Yesus walaupun dalam ketika itu, tidak hanya berfikir untuk dirinya atau penderitaannya atau dramanya. Dia lebih mengambil berat terhadap drama umat manusia. Dia secara nubuah melihat drama manusia terbuka pada depan matanya. Dan wanita-wanita yang menangis ini perlu mengubah kehidupan mereka.
Apakah ini?
Via Crucis bukanlah hasil akademik. Ia merupakan satu aktiviti rohaniah yang merupakan satu cara di mana semua boleh berdoa dan berefleksi tentang penderitaan Yesus Kristus pada Jalan Via Dolorosa/Via Crucis.
Di setiap hentian pada jalan yang dipanggil Via Dolorosa atau Via Crucis ini, seorang akan membacakan teks meditasi yang berkaitan dengan petikan Al-Kitab tentang pengalaman Kristus (contohnya, Yesus bertemu wanita Yerusalem). Kemudian ia akan diakhiri dengan doa liturgi. Aktiviti ini sangat memuaskan jiwa. Di Malaysia, 'stesen salib' ini akan dibuat sebelum misa-misa di Gereja Katolik hampir setiap hari semasa Minggu Kudus, seminggu sebelum Holy Thursday, Good Friday dan Easter Sunday.
Ayat-ayat liturginya sangat indah, gambaran teksnya sangat meyayat hati dan doanya mampu mentransformasi jiwa anda. Jika berpeluang, kumpulkanlah rakan-rakan saudara dan buatlah Jalan Salib ini. Saya yakin anda pasti tersentuh.

.jpg)
No comments:
Post a Comment